Aplikasi hiburan malam Sindhen mengumumkan beberapa rencana pasca meraih pendanaan tahap awal (pre-seed) dari angel investor dengan nilai yang tidak disebutkan pada awal tahun ini.

Dengan dana tersebut, Sindhen akan melakukan tiga hal. Pertama, memperbaharui aplikasi menjadi versi 3.0 dengan alokasi dana sebesar 30%. Kedua, dengan besaran porsi yang sama melakukan ekspansi ke Bali, Surabaya, dan Bandung.

Sisanya, sebesar 40% digunakan untuk meluncurkan produk baru berbasis SAAS untuk menunjang industri hiburan malam dan industri food and beverages (F&B). Layanan ini nantinya bakal menjadi salah satu sumber pendapatan Sindhen.

Dalam versi terbaru, Sindhen melakukan penambahan fitur baru, diantaranya direktori venue yang terkurasi, menonton video, serta melakukan pembelian berbagai paket menarik terkait hiburan malam.

Sindhen juga menambahkan fitur DJ Profiles yang memungkinkan pengguna dapat terhubung dengan penggemarnya, memberikan cita rasa yang lebih interaktif dan sosial.

Dari ekspansi ke tiga kota baru, Sindhen bakal memiliki lebih dari 1.000 database club, bar, dan lounge yang dapat diakses oleh pengguna mencari informasi seputar acara, membeli tiket, dan melakukan reservasi meja melalui aplikasi.

Dalam waktu dekat, Sindhen akan menambah fitur baru lainnya dengan mengedepankan unsur media sosial. Misalnya, sharing konten dan chatting.

“Shinden App merupakan satu dari banyak komponen yang saat ini sedang kami kembangkan, secara keseluruhan nantinya akan membentuk sebuah ekosistem digital yang dapat membantu perkembangan industri hiburan malam secara utuh,” terang CEO Sindhen Russell Cameron, Jumat (19/5).

Russell melanjutkan pihaknya memilih ekspansi ke Bandung, Surabaya, dan Bali lantaran ketiga kota tersebut memiliki keunikan masing-masing. Bali dinilai sebagai salah satu destinasi hiburan malam yang dikunjungi oleh lebih dari 10 juta wisatawan per tahunnya.

Bandung, sambungnya, dikenal sebagai kota pelajar dan destinasi liburan akhir pekan, memiliki sejarah yang sangat erat dengan perkembangan industri musik di Indonesia.

Sedangkan, Surabaya terkenal dengan jumlah populasi yang menempati urutan kedua di Indonesia dengan perkembangan kelas menengah dan hiburan malamnya.

Strategi monetisasi

Untuk monetisasinya, saat ini Sindhen memiliki dua jasa sebagai sumber pendapatan. Yakni, komisi dari penjualan tiket dan venue membership.

Russell menjelaskan dari hasil penjualan tiket, pihaknya mendapat komisi sekitar 1%-3%. Tahun lalu, sejak pertama kali diluncurkan pendapatan yang dihasilkan dari penjualan tiket mencapai Rp250 juta.

Dia mengaku keuntungan yang didapat dari penjualan tiket tidak terlalu besar. Pihaknya harus mencari alternatif monetisasi lainnya, akhirnya memilih jasa agensi berbentuk venue membership dengan pilihan paket berlangganan.

Keuntungan yang didapat dari jasa agensi ini, venue berkesempatan untuk terpampang di posisi teratas dalam aplikasi.

Russell menerangkan ke depannya akan ada sumber monetisasi lainnya yang akan diperoleh Sindhen, yakni dari

“Kami lihat banyak venue/brand memiliki media presence yang kurang. Padahal mereka memiliki kualitas internasional. Kami akan bantu mereka dengan dokumentasi. Untuk keanggotaan silver, bahkan venue berkesempatan menempati urutan teratas di dalam aplikasi.”

Target pengguna

Saat ini Sindhen mengklaim telah merangkul sekitar 15 ribu pengunduh sejak pertama kali diluncurkan pada 2015 silam. Adapun, pengguna aktifnya diklaim mencapai 70% dari total pengunduh dengan rata-rata lama kunjungan sekitar 7 menit tiap harinya.

Untuk mendorong pengguna baru, Sindhen menerapkan strategi tiket free entry di berbagai acara hanya dengan mengunduh aplikasi, sebagai persyaratannya. Cara tersebut diyakini lebih efektif karena tepat sasaran sesuai dengan target konsumen yang memiliki ketertarikan pada event dan hiburan.

“Ketika aplikasi diunduh, konten dan artikel terkait menumbuhkan keterikatan antara pengguna dan aplikasi. Secara organik terbukti dengan 30 persen pengguna aktif mengakses aplikasi setiap bulannya.”

Yakin dengan strategi tersebut, Sindhen berencana untuk mengadakan festival musik dengan skala besar bernama Kepencet Music Festival (KMF) pada Agustus 2017 mendatang. Acara tersebut menargetkan 10 ribu pengunjung dan fokus pada penampilan musisi lokal.

Pihaknya menargetkan dari kegiatan tersebut dapat menjaring tambahan sekitar 6 ribu pengguna baru pada tahun ini.

Rencananya, tahun depan Sidhen akan mulai ekspansi ke luar negeri. Beberapa negara yang siap disasar diantaranya Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Kami juga menambahkan menu survei kota mana saja yang diinginkan pengguna kami sebagai langkah ekspansi berikutnya,” pungkasnya.